Sabtu, 26 Mei 2012

my true story :')

Dia selalu pucat, lemas, seperti orang sakit anemia. Aku hanya berpikir dia cuma capek. Tapi kenapa, semua badannya pucat? seperti tidak ada darah dalam tubuhnya.
Tiap hari, tubuhmu semakin kurus kering. Hingga aku malu, setiap orang melihat kita. Mereka selalu berbisik "kasihan sekali, dia. Yang satu gemuk, yang itu kurus" 
Namun efek obat penambah darah pun tak kunjung ada, badanmu semakin habis. Yang tersisa hanya kulit dan tulangmu.
Saat aku bertanya, "kamu kenapa?" kamu hanya menggelengkan kepala. 
Hari itu, kamu semakin parah. Tepatnya, saat kamu mimisan untuk yang kedua kalinya. Darahmu begitu banyak dibajuku. 
Sampai saat itu, kamu masih bisa berkata "aku gak kenapa-kenapa kok mbak ;)"  
Waktu di rumah sakit, semua orang sangat panik menunggu hasil pemeriksaan. Kita semua berharap tidak terjadi apa-apa dengan dirimu. Tapi kenyataannya, berkata sebaliknya.
Waktu itu dokter berkata "sabar pak, dari hasil pemeriksaan kami. Anak bapak, sakit leukimia akut" 
Ya Allah, saat itu rasanya jantungku berhenti. Sakit sekali, mendengar kenyataan yang begitu pahit.
Kamu dilarikan ke RSUD Dr Soetomo, disana dilakukan tes ulang. Kami berharap ada keajaiban, semoga bukan itu penyakitmu.
Tapi takdir juga berkata sama, "LEUKIMIA AKUT"
Ya Allah, Ya Tuhan ku. Beri kami kekuatan, untuk menerima kenyataan yang begitu menyakitkan ini. Hanya kalimat itu, yang aku panjatkan setiap hari.
Disetiap sholatku, aku berdoa untuk kesembuhanmu sayang. 
Maafkan aku, apabila selama ini. Aku belum bisa jadi kakak yang baik untukmu, adikku sayang.
Saat tertawa bersamamu, adalah hal yang paling manis didunia ini.
Cepat Sembuh, adikku sayang. Aku merindukanmu.

salam cinta untukmu,
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar